Festival Anak Selayar Ajak Anak-Anak Cintai Kesenian Daerah

Festival Anak Selayar Ajak Anak-Anak Cintai Kesenian Daerah

130
0
Dua orang Anak mengiringi penyanyi Batti-Batti dengan gambus dan rebana

Kecenderungan anak – anak yang mulai abai dengan budaya dan kesenian khas daerahnya, mendorong panitia Festival Anak Selayar 2017, untuk memperkenalkan kembali kesenian khas Kepulauan Selayar kepada  anak-anak yang menjadi peserta kegiatan.

Pada acara yang berlangsung Kamis, ( 23/11/2017 ) panitia pelaksana dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kepulauan Selayar, menampilkan kesesinian etnik Kepulauan Selayar, salah satunya adalah musik Batti – Batti.

Musik Batti – Batti adalah lagu – lagu berbahasa selayar yang dimainkan oleh sepasang laki-laki dan perempuan secara berbalas-balasan. Adapun Batti-batti, diiringi oleh alat musik rebana dan gambus. Jika biasanya Batti-Batti dimainkan oleh orang dewasa, maka pada Festival Anak Selayar 2017, kesenian berusia ratusan tahun itu, dibawakan oleh anak SD dan SMP dari berbagai tempat di Selayar.

“kita ingin anak – anak Selayar, tahu dan mau mempelajari kesenian tradisional yang menjadi identitas daerahnya,” ucap Apriadi, salah seorang Panitia Festival Anak Selayar yang dirangkaikan dengan Konfrensi Anak Daerah Kepulauan Selayar.

Festival Anak Selayar adalah kegiatan tahunan dengan tema yang berbeda-beda pada tiap pelaksanaanya. Untuk tahun ini, Festival Anak Selayar mengusung misi pemberdayaan, dimana anak – anak didorong untuk mandiri dan secara sadar mampu menentukan jalan masa depannya. Festival Anak Selayar dilaksanakan oleh, dengan melibatkan berbagai stakeholder.

Acara ini sendiri, dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Zainuddin dan dihadiri oleh ratusan anak sekolah dari berbagai wilayah di Kepulauan Selayar. Selain penampilan kesenian khas Selayar, Festival Anak Selayar juga diisi dengan konten edukatif seperti diskusi dan penyuluhan. “seluruh konten acara diarahkan pada tema yang kita usung, dimana anak-anak harus berdaya dan mandiri sejak dini,” tutup Apriadi.

LEAVE A REPLY