Karnaval Budaya Warnai Hari Jadi Kepulauan Selayar ke – 314

Karnaval Budaya Warnai Hari Jadi Kepulauan Selayar ke – 314

319
0
Sumber Foto : selayarnews.com

Hari jadi Kepulauan Selayar ke 413, diwarnai dengan Karnaval Budaya yang berlangsung Selasa, ( 27/11/2018 ), di Benteng Kepulauan Selayar. Acara yang dipusatkan di Lapangan Pemuda Benteng tersebut, menampilkan aneka ragam kesenian tradisional Kepulauan Selayar.

Adapun pertunjukan seni dan budaya Kepulauan Selayar, dipertontonkan oleh para perwakilan dari tiap Kecamatan, OPD dan berbagai lembaga lainnya. Bahkan Persatuan Masyarakat Selayar ( Permas ) wilayah Sulawesi Tenggara, ikut berpartisipasi dengan mempertontonkan salah satu kesenian tradisional dari Sulawesi Tenggara.

Beberapa atraksi yang hadir pada peringatan Hari Jadi Selayar tahun ini, diantaranya Manca Padang, Tari Paraga, Seni Tari Lokal, Parade Baju Adat dan penampilan lainnya. Karnaval Budaya menjadi salah satu agenda yang setiap tahun mewarnai peringatan ulang tahun Kepulauan Selayar.

Asal usul Hari Jadi Kepulauan Selayar, dimana pada tanggal 29 November 1945 (19 Hari setelah Insiden Hotel Yamato di Surabaya) pukul 06.45 sekumpulan pemuda dari beberapa kelompok dengan jumlah sekitar 200 orang yang dipimpin oleh seorang pemuda bekas Heiho bernama Rauf Rahman memasuki kantor polisi kolonial (sekarang kantor PD. Berdikari).

Para pemuda ini mengambil alih kekuasaan dari tangan Belanda yang di kemudian hari tanggal ini dijadikan tanggal Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Selayar. Tahun Hari Jadi diambil dari tahun masuknya Agama Islam di Kabupaten Kepulauan Selayar yang dibawa oleh Datuk Ribandang, yang ditandai dengan masuk Islamnya Raja Gantarang, Pangali Patta Radja, yang kemudian bernama Sultan Alauddin, pemberian Datuk Ribandang.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 1605, sehingga ditetapkan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Selayar adalah 29 November 1605.

LEAVE A REPLY