Mesjid Tua Gantarang : Objek Wisata Religi di Kep. Selayar

Mesjid Tua Gantarang : Objek Wisata Religi di Kep. Selayar

1812
0

Bagi Anda peminat wisata religi, sebuah destinasi menarik bisa anda pilih saat menyambangi kepulauan Selayar. Tempat tersebut adalah Mesjid Tua yang terletak di atas puncak bukit Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai, kepulauan Selayar.

Pemerintah dan penduduk setempat menyebutnya Masjid Gantarang Lalang Bata. Situs bersejarah ini tergolong unik karena bangunannya didirikan di atas sebuah sumur yang terletak tepat di tengah areal perkampungan. Sumur itu sendiri ditutupi dengan sebuah dulang (baki) emas.

Kekhasan lain mesjid ini terlihat dari konstruksi atap berbentuk tumpang dan mustika di bagian puncaknya. Adapun perkampungan Gantarang Lalang Bata telah resmi terdaftar sebagai salah satu kawasan cagar budaya unggulan di Selayar.

Dari berbagai literatur, Masjid tua Gantarang Lalang Bata merupakan situs Masjid tertua di Provinsi Sulawesi-Selatan. Bahkan dari sisi usia, Masjid Tua Gantarang Lalang Bata disebut-sebut jauh lebih tua bila dibandingkan dengan usia Masjid tua Katangka yang terdapat di daerah Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Penetapan Masjid Gantarang Lalang Bata sebagai Masjid tertua di belahan Provinsi Sulawesi Selatan disimpulkan melalui rekomendasi Forum Seminar, bertajuk Sejarah Penyebarluasan Ajaran dan Syariat Agama Islam di semenanjung Provinsi  Sulawesi-Selatan, yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Selayar ke- 406 tahun pada bulan November tahun 2011.

Bangunan situs Masjid tua Gantarang terletak di dusun Gantarang Lalang Bata, 12 km dari kota Benteng, dibangun pada abad XVI (abad 16 M) masa pemerintahan Sultan Pangali Patta Raja yang merupakan raja pertama yang memeluk agama Islam. Masjid ini menjadi bukti peninggalan dari tokoh penyebar ajaran Syariat Agama Islam pertama di daratan Provinsi Sulawesi-Selatan yang bernama Datu Ribandang.

Dari sejarah itulah disimpulkan bahwa kabupaten Kepulauan Selayar merupakan daerah penerima ajaran syariat Agama Islam pertama di semenanjung Provinsi Sulawesi-Selatan. Bahkan, jauh sebelum masyarakat Kabupaten Gowa, mengenal dan menganut Agama Islam. penyebarluasan ajaran Syariat Agama Islam pertama di Sulawesi-Selatan bermula dari perintah raja Arab dan Khalifahnya di Mekah kepada Datu Ribandang untuk berangkat dan menyebarluaskan ajaran syariat Islam di Maluku dan Buton. Usai mengislamkan raja Maluku dan Buton, dalam perjalanannya menuju Kabupaten Gowa, Sulawesi-Selatan, Datu Ribandang singgah untuk pertama kali di Kabupaten Selayar dengan melintasi jalur pantai Babaere dan masuk ke kampung Gantarang Lalang Bata melalui pintu gerbang Sele’.

Hingga kini, bangunan masjid tua Gantarang masih berdiri kokoh di tengah-tengah areal perkampungan Gantarang Lalang Bata. Masjid tua ini tak hanya digunakan sebagai sarana ibadah semata. Akan tetapi, bangunan peninggalan bersejarah yang dibangun pada era pemerintahan, I Pangali Sultan Patta Raja tersebut telah berfungsi ganda sebagai lokasi penelitian bagi para pakar sejarah, mahasiswa, dan pelajar sekolah menengah dari dalam dan luar Kabupaten Kepulauan Selayar.

Didalam Mesjid tua ini, terdapat beberapa benda-benda peninggalan yang memperkuat fakta sejarah bahwa Datu Ribandang pernah singgah dan menapakkan kaki di Kabupaten Kepulauan Selayar. Benda-benda tersebut diantaranya tongkat menyerupai pedang pusaka, mimbar lengkap dengan bendera kain putih di sisi kiri-kanannya yang terdapat tulisan bahasa Arab untuk khutbah Jumat, Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha.

Kampung Gantarang sendiri berjarak sekitar 25 km dari kota Benteng dan dapat ditempuh dengan perjalanan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Jika sedang berkunjung ke Selayar, salah satu tujuan wisata sejarah ini, bisa menjadi salah satu destinasi anda.

( Dikutip dari berbagai sumber )