Napak Tilas Selayar Tempo Dulu di Museum Tanadoang

Napak Tilas Selayar Tempo Dulu di Museum Tanadoang

2074
0

Kepulauan Selayar tidak hanya kaya dengan potensi wisata bahari, Bumi Tanadoang juga kaya akan peninggalan sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Kami akan mengajak anda mengunjungi  Museum Tanadoang yang terletak di Kelurahan Bontobangun, sekitar 5 km dari Benteng, ibukota Kepulauan Selayar.

Museum Tanadoang berbentuk rumah panggung dan sekaligus merupakan bentuk dari rumah adat Kepulauan Selayar. Pada zaman dahulu, para raja menempati istana yang sama persis dengan museum tersebut.

Berkunjung ke Museum Tanadoang , pengunjung akan disambut oleh penjaga yang ditugaskan oleh pemerintah setempat. Setelah menaiki beberapa anak tangga, kita bisa menemui serambi rumah yang pada aman dahulu, oleh masyarakat Selayar digunakan untuk bersantai sehabis bekerja.

Memasuki ruangan utama, kita akan langsung menemui beberapa rak yang berisi benda-benda kuno penginggalan sejarah Kepulauan Selayar. Beberapa peninggalan sejarah sekaligus menjelaskan bahwa Kepulauan Selayar memang menjadi pusat perdagangan di masa lalu.

Keping uang logam dan keramik yang terdapat di Museum Tanadoang telah diteliti dan diantaranya berasal dari Cina pada zaman Dinasti Ming, Swatow dan Dinasti Sung. Di museum tersebut juga terdapat miniatur perahu layar Kepulauan Selayar yang disebut Lambo. Lambo pada zaman dahulu digunakan sebagai alat transportasi ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

DSC01069
Miniatur Lambo, Perahu Rakyat khas Kepulauan Selayar

Diruangan lain kita akan menemui pakaian adat Kepulauan Selayar yang dikenakan pada sebuah maniken. Pakaian adat ini digunakan oleh para raja dan pemuka adat di zaman dahulu. Adapula keris dan senjata yang oleh raja-raja zaman dahulu digunakan untuk berperang atau ritual adat lainnya.

Dengan segala peninggalan yang masih tersisa di Museum Tanadoang, menjadi sebuah gambaran bahwa Kepulauan Selayar adalah wilayah yang menjadi pusat perdagangan dan peradaban di masa lalu. Dalam budaya dan keseharian masyarakat Kepulauan Selayar saat inipun, sisa-sisa peninggalan sejarah itu masih tergambar, mulai dari perayaan hari keagamaan, pesta perkawinan sampai pada perayaan hari keagamaan yang kerap masih diwarnai dengan nuansa budaya hindu dan tionghoa

DSC_3424