Selayar Masa Silam di Kampung Tua Bitombang

Selayar Masa Silam di Kampung Tua Bitombang

1809
0

Kabupaten Kepulauan Selayar tidak hanya kaya dengan potensi pariwisata bahari, Bumi Tanadoang juga menyimpan banyak peninggalan sejarah seperti halnya jangkar raksasa di kampung Padang dan Gong Nekara di kelurahan Bontonbangun. Selain itu, terdapat berbagai keunikan berbasis kearifan lokal masyarakat selayar.

Sekitar 7 km sebelah timur kota Benteng, Ibukota Kepulauan Selayar, terdapat sebuah perkampungan tua dengan beberapa kekhasan yang bisa ditemui ketika berkunjung. Salah satu diantaranya adalah bentuk rumah panggung dengan tiang yang menjulang hingga 15 meter.

Tiang rumah yang kebanyakan berasal dari kayu bitti, dipasang menyesuaikan dengan kondisi geografis kampung Bitombang yang berada di daerah ketinggian dimana struktur tanah kebanyakan berbentuk tebing.

Bukan hanya dari segi bentuk, usia rumah yang telah mencapai ratusan tahun, menjadikan perkampungana tersebut sebagai miniatur Selayar di masa silam. Jendela disemua sisi rumah, keberadaan serambi, dan atap rumah dengan bahan dasar bambu menjadi ciri khas rumah penduduk di Dusun Bitombang. Kehadiran tumbuhan tai angin di tiang-tiang rumah menandakan usia rumah yang telah melewati hitungan abad.

Usia penduduk yang rata-rata mencapai 100 hingga 120 tahun juga menjadi salah satu fenomena di kampung berpenduduk sekitar seratus kepala keluarga itu. Banyak yang meyakini bahwa kualitas hidup masyarakat Bitombang sangat dipengaruhi oleh pola hidup yang senantiasa harmoni dengan alam sekitar. Penggunaan peralatan modern masih sangat jarang ditemui.

Masyarakat Bitombang banyak yang mengolah bahan makanan mereka dengan menggunakan gilingan batu, peralatan yang sebenarnya sudah tak lagi ditemui ditempat lain di Kepulauan Selayar. Saat memasak, kebanyakan penduduk setempat masih setia menggunakan panci dari tanah.

Segala keperluan bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan yang tersedia diperkampungan tersebut, membuat masyarakat sangat jarang mengkonsumsi menu makanan olahan yang sarat bahan-bahan kimia.

Di Bitombang pula, atraksi bela diri Kontaw masih dipelajari oleh semua kalangan usia, sebuah atraksi seni dan budaya yang dipadukan dengan kearifan lokal  masyarakat Kepualauan Selayar. Sebelum tampil, para pemain melewati ritual tertentu, termasuk membaca sejenis mantra berbahasa selayar yang diajarkan secara turun temurun.

Dalam hidup sehari-hari, budaya menghindari pantangan yang diajarkan oleh orang – orang tua terdahulu mereka, masih sangat dipatuhi.

Untuk menuju kesana, pertama tama anda harus menuju ke Makassar, Ibukota Sulawesi Selatan. Dari Makassar, terdapat maskapai Wings Air dan Trans Nusa yang terbang setiap hari dari Bandara Internasional Sultan Hasanudin di Makassar menuju Bandara H. Aroeppala di Selayar. Alternatif lain, anda dapat pergi melalui jalur darat dari Makassar menuju Tanjung Bira lalu menaiki ferry menuju ke Selayar. Perjalanan menuju Selayar membutuhkan waktu sekitar 2 jam sebelum sampai di Pelabuhan Pamatata di Selayar. Selanjutnya perjalanan ke kota Benteng membutuhkan waktu satu jam. Di kota Benteng, anda dapat menyewa kendaraan roda empat ataupun roda dua untuk mengunjungi Kampung Tua Bitombang. Dari kota Benteng, Perjalanan ke Kampung Tua Bitombang membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.