Opini : Membangun Pariwisata Berbasis IT

Opini : Membangun Pariwisata Berbasis IT

2323
0
Daeng Marowa : CEO Prime Strategy Indonesia & Sekjen Persatuan Masyarakat Selayar, Jakarta

Dunia pariwisata menjadi salah satu sektor penghasil devisa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Sektor pariwisata sendiri, saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, paralel dengan pertumbuhan ekonomi secara global.

Pariwisata merupakan aktivitas yang inheren dengan kehidupan masyarakat modern, sehingga sektor ini akan terus bertumbuh bersama aktivitas turunan yang mengikutinya. Adapun pengembangan kepariwisataaan, umumnya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi suatu negara sehingga diharapkan memberi pengaruh signifikan pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Lepas dari itu,  pariwisata juga dapat ditujukan pada upaya pelestarian lingkungan, budaya dan kearifan lokal masyarakat sehingga mendukung visi pembangunan berkelanjutan.

Penerapan otonomi daerah menuntut kreatifitas pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki dengan perencanaan yang sistematis dan terstruktur sehingga maksimal dalam penerapannya, baik secara jangka pendek, menengah, maupun untuk jangka panjang.

Komponen pengembangan pariwisata, di antaranya adalah penguatan Sumber Daya Manusia ( SDM ), Pemetaan dan pengembangan objek wisata, perbaikan infratruktur dan strategi komunikasi yang baik. Seluruh elemen tersebut idealnya terintegrasi dalam sistem perencanaan pembanguan di suatu daerah.

Berbicara mengenai strategi komunikasi, tentu tidak bisa lepas dari persoalan teknologi informasi dan komunikasi. Penerapan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan di tengah dinamika masyarakat global. Hampir setiap jengkal aktivitas manusia saat ini, melibatkan keberadaan Information & Technology ( IT ) di dalamnya.

Salah satu faktor penghambat tumbuh kembang sektor pariwisata di daerah karena pengelolaan informasi yang masih bersifat konvensional, padahal idealnya mengelolah informasi harus sudah bergeser pada kebijakan berbasis elektronik/digital.

Informasi objek wisata yang menarik, transportasi, produk atau hasil kerajinan, budaya dan tradisi lokal serta sarana dan prasarana yang tersedia, , idealnya diramu dalam sebuah informasi dengan format online. Sebuah bentuk promosi yang lebih dinamis, detail dan informatif karena mampu menampilkan grafis, audiovisual dan teks dalam waktu satu formulasi.

Pemanfaatan teknologi informasi ini akan memudahkan bagi para wisatawan untuk mengetahui objek-objek wisata dengan sarana dan prasarana pendukungnya, informasi tentang rute, jarak, biaya dan moda yang dapat digunakan untuk mencapai suatu lokasi wisata.

Informasi yang diberikanpun bukan sekedar database jumlah dan jenis objek wisata saja, namun juga dengan visualisasi objek dan fasilitas, peta citra satelit sehingga informasi ini dapat dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk menentukan daerah tujuan wisata, jadwal kegiatan wisata, paket wisata yang dipilih, waktu yang diperlukan, biaya, moda yang akan digunakan serta kemudahan transaksi lainnya. Hal ini sangat penting mengingat setiap wisatawan memiliki alokasi budget dan waktu yang beragam dalam melakukan perjalanan wisata.

Pemanfaatan IT juga dapat dimanfaatkan pada sistem administrasi sehingga pemerintah setempat memiliki akurasi data wisatawan dalam jangka waktu tertentu, pemetaan asal negara sampai kecenderungan karakter wisatawan yang datang berkunjung, sehingga menjadi acuan penting dalam melalukan perencanaan yang terukur, efektif dan efisien.

( Daeng Marowa : CEO Prime Strategy Indonesia & Sekjen Persatuan Masyarakat Selayar, Jakarta )