Pemda Kepulauan Selayar Ikut Serta Pada FGD GIPI & Kemenpar

Pemda Kepulauan Selayar Ikut Serta Pada FGD GIPI & Kemenpar

207
0

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, hadir sebagai partisipan pada focus group discusion (FGD) yang diselenggaran oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (7/3).

Kegiatan FGD yang mengangkat tema “Harmonisasi dan Sinergi Industri Pariwisata” kali ini membahas sejumlah permasalahan spesifik yang terkait langsung dengan bagaimana meningkatkan penjualan produk pariwisata Indonesia ke mancanegara dalam rangka mendukung target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini.

Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan penggiat pariwisata itu berlangsung satu hari dan dibagi dalam dua sesi, masing-masing membahas tema “Peluang dan Tantangan Kolaborasi Pelaku Industri dan Kemenpar “ dilanjutkan tema kedua “Industri dan Deregulasi Industri Pariwisata’ dengan menampilkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi pariwisata di antaranya Riyanto Sofyan dan Dony Oskaria.

Menpar Arief Yahya yang hadir membuka acara mengatakan, pariwisata ditetapkan menjadi core business Indonesia karena memiliki banyak keunggulan kompetitif dan komperatif di antaranya; pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional semula sebesar 9,5% pada 2014 akan meningkat menjadi 15% pada 2019 mendatang, begitu pula lapangan kerja yang tercipta semula 11 juta menjad 13 juta.

Industri pariwisata mempunyai keunggulan komperatif karena menjadi terbaik di kawasan regional bahkan melampaui ASEAN. Pesaing utama pariwisata Indonesia adalah Thailand, sedangkan negara ASEAN lainnya mudah dikalahkan. Keunggulan komperatif lainnya adalah country branding Wonderful Indonesia yang semula tidak masuk ranking branding dunia, sekarang berada di ranking 47 sehingga mencerminkan positioning dan differentiating Indonesia di tingkat dunia.

Keunggulan komperatif lainnya, pariwisata Indonesia mudah menjadi destinasi utama dunia sekaligus tourism hub. “Untuk menjadi trade dan investment hub akan terlalu sulit bagi Indonesia untuk mengalahkan negara lain, seperti Singapura. Sebaliknya, kita akan mudah menjadi tourism hub yang pada prinsipnya menciptakan people-to-people relationship dan diyakini trade dan investment akan ikut tumbuh dengan pesat,” kata Menpar Arief Yahya, seraya menjelaskan, setelah ditetapkan sebagai core business negara, maka alokasi sumber daya terutama anggaran harus diprioritaskan.

Pemda Kepulauan Selayar diwakili oleh Sekda Kepulauan Selayar, Marjani Sultan dan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Selayar, Nadhira. “Hasil dari FGD ini akan kita jadikan acuan dalam pengembangan kepariwisataan di Kepulauan Selayar,” ucap Marjani Sultan seusai mengikuti acara.